Archive for the ‘Opini Sosial’ Category
jangan sekedar publikasi?
Posted by: jafis in Opini Sosial on March 4th, 2009
If you want to make peace, you don’t talk to your friends. You talk to your enemies. moshe dayan – Israeli general and politician
quote ini kudapatkan ketika jalan-jalan di blog Aris munandar, jadi ingin beropini tentang sikap orang untuk sebuah perdamaian
Di Indonesia kata-kata ini sangat cocok di untuk para aktivis dan politisi. Banyak yang bersuara lantang untuk sebuah perdamaian atau permasalahan lainnya tapi salah sasaran, semua hanya sekedar publikasi saja.
Pernah saya membaca seorang politisi mantan militer yang sibuk membicarakan tentang perdamaian di ambon dan papua, kalo sampe sekarang masih bergejolak ! bisa jadi emang hanya publikasi saja, tidak pernah berdialog langsung dengan kelompok yang bikin keributan.
dipermasalahan lainnya…. kasus LAPINDO
banyak sekali yang sok bicara di media tentang penderitaan warga sidoarjo. Tapi sampe sekarang tidak ada yang fokus bicara langsung dengan pihak LAPINDO yang merupakan musuh rakyat itu. Anggota DPR yang ditugaskanpun lebih cerdas bicara dengan warga sidoarjo sendiri dibanding dengan LAPINDO.
So.. jika ingin melakukan sesuatu! langsung dengan yang berkepentingan, jangan sekedar publikasi.
Perumusan masalah adalah setengah dari solusi GERINDRA?
Posted by: jafis in Opini Sosial on March 3rd, 2009
Perumusan masalah adalah setengah dari solusi
Iklan-iklan Partai GERINDRA di televisi mungkin ingin menterjemahkan kalimat diatas. Mereka menampilkan permasalahan – permasalahan yang dihadapi masyarakat, kemudian partai GERINDRA seolah datang sebagai gerakan baru yang membawa semangat perubahan.
Perubahan ! adalah kalimat yang sangat populer untuk sebuah harapan. Bapak SBY pun menggunakan jargon ini ketika memenangkan pemilu presiden 5 tahun yang lalu. Masyarakat Indonesia memang sudah bosan dengan kondisi negara yang jalan ditempat..begitu-begitu saja !
Perumusan masalah adalah setengah dari solusi, artinya butuh setengah lagi untuk melengkapinya. Sisa setengah itu adalah teknis pelaksanaan penanggulangan masalah, butuh idea yang kreatif, inovatif, akurat, brilian yang terimplementasi pada langkah-langkah nyata + tepat sasaran.
Seharusnya Partai Gerindra atau partai lainnya yang memakai metode ini, udah siap dengan langkah-langkah nyatanya. Di publikasikan secara interaktif seperti : melalui blog untuk berinteraksi dengan masyarakat tanpa batas waktu, seminar di kampus-kampus untuk dapat masukan dari pemikiran akedemisi, serta studi kasus dengan kelompok masyarakat yang berkepentingan seperti KUD.
Masyarakat nggak perlu diingatkan lagi dengan permasalahan mereka, setiap haripun kesulitan-kesulitan sudah dihadapi sepanjang waktu. Publikasi penderitaan mereka hanya menambah luka, tohh ! nggak kasih manfaat juga.
Masyarakat BUTUH LANGKAH – LANGKAH NYATA.. wait and see
Ponari Replika Masalah Anak Indonesia
Posted by: jafis in Opini Sosial on February 22nd, 2009
Bila anda memasukan keywords “ponari sweat” di google, maka akan didapatkan banyak sekali blog dan portal yang membahas tentang plesetan produk minuman pocari sweat ini. entah betulan atau Hoax! yang jelas saya mencoba memandangnya dari sudut pandang berbeda.
Sekarang ini masyarakat Indonesia mulai kreatif menemukan metode mencari uang, yaitu salah satunya dengan memanfaatkan anak-anak mereka. Ada yang memanfaatkannya untuk menjadi idola cilik, ada yang diikutkan ke reality show dan ada pula yang dijadikan bintang film. wahh ..! hebat yaaaa.
walau sebenarnya ini mungkin masih dalam kategori positif ? tapi apakah tidak mengganggu perkembangan jiwa mereka nantinya, bukankah masa depan artis lebih banyak dampak negatifnya? bukankah popularitas artis itu hanya trend ses@at … lagian apa nggak menggangu pendidikan mereka disekolah?
kembali ke masalah PONARI !
Dukun cilik ini menjadi rebutan masyarakat yang menganggapnya sakti, dari antri untuk di obati sampe ada yang mandi di comberan bekas PONARI mandi. Selain itu ! kedua orangtuanya pun berebut hak mengasuhnya, karena si dukun cilik ini udah bisa menghasilkan uang milyaran.. Astagfirullah… Akhirnya Ponari malah nggak bisa sekolah.
Polemik Ponari dan anak – anak Indonesia sangat menyedihkan..
Anak – anak orang kaya terjebak narkoba karena kurangnya perhatian kedua orang tua yang sibuk mencari uang.
Anak-anak orang menengah di jejeli dengan impian-impian untuk menjadi selebritis, hingga orang tuanya malah bertingkah lebih kekanak-kanakan.
Anak-anak orang miskin dipaksa orangtuanya untuk ikut mencari nafkah karena kebutuhan ekonomi yang semakin berat.
Permasalahan yang LEBIH BESAR lagi adalah?
Pemerintah dan wakil rakyat sibuk berpolitik ria. komisi -komisipun diam tak bergeming ! sementara krisis moral semakin parah.
Harus ada ketegasan dari pemerintah tentang acara televisi, tentang mempekerjakan anak, tentang sistem pendidikan indonesia yang carut-marut. jika tidak ! Negara ini krisis generasi penerus yang gemilang.

