Archive for the ‘Opini Politik’ Category
PR Pemerintah untuk industri pengolahan
Posted by: jafis in Opini Politik on April 7th, 2009
Siapapun yang menang di pemilu 09 dan memerintah bangsa ini, ada PR besar yang harus cepat ditanggulangi yaitu sektor perekonomian. Krisis global diperkirakan semakin menjadi-jadi, jika tidak disertai langkah-langkah yang tepat sasaran? akan berimbas pada kestabilan politik,ekonomi, sosial dan lain-lain
saya melihat industri pengolahan merupakan potensi yang sangat besar, bila pemerintah serius untuk menggarapnya sendiri dan mandiri. Saat ini seluruh sektor industri pengolahan dikuasai PMA ( Penanaman Modal Asing ), dari sawit yang di dominasi investor malaysia, karet oleh investor Thailand, dan industri kayu oleh Singapura. Membuat kita bertanya-tanya? kenapa pemerintah kita tidak bisa mengelolanya sendiri?
Saya akan mencoba membahas sektor – sektor Industri pengolahan ini. Edisi kali ini akan membahas tentang Industri pengolahan Sawit
Proses Industri Sawit
1. Pihak Swasta menggarap tanah dengan sistem tanam tumbuh, semua tanah masyarakat digarap dengan mengganti tanaman yang berharga dengan uang. Kemudian tanahnya nanti akan diganti dgn jatah lahan sawit yang terkenal dengan nama “sawit Plasma”, sementara lahan swasta di sebut “sawit inti”
2. setelah menghasilkan ! sawit plasma akan diserahkan kepada masyarakat, beserta utang-utang atas biaya modal penanaman dan pemeliaharan sawit kepada pihak swasta. Mereka mencicil setiap menjual hasil sawitnya dengan persentase tergantung kesepakatan. *hal ini sering membuat nih sawit berpindah tangan heheheh
3. Palm Oil Mill (PKS= Pabrik Kelapa Sawit) tempat pengolahan sawit ini yang kemudian menghasilkan bahan bermanfaat lainnya seperti :
- Crude Palm Oil (CPO) -> bisa untuk bahan minyak sayur,sabun,sampo dan lain-lain
- Biji Inti –> ini bahan untuk minyak sayur kualitas tinggi
- solid –> limbah berbentuk lumpur yang kesuburannya melebihi pupuk kompos.
- Cangkang –> bisa untuk jalan *tinggal siram aja ama semen dan buat kerajinan tangan juga.
- Janjangan kosong –> bisa jadi bahan untuk pengolahan jamur merang, dll
- Fiber –> bersama cangkang dijadiin bahan bakar Boiler (tenaga uap) untuk pabrik, sehingga pabrik tidak butuh banyak solar *jelas ini menguntungkan sekali
3 tahun saya kerja di industri pengolahan sawit/CPO, tidak pernah yang namanya Palm Oil Mill (PKS= Pabrik Kelapa Sawit) merugi. Semua output sangat berguna dan pabriknya tidak perlu banyak solar untuk operasional.
Yang menjadi pertanyaan adalah?
- Kenapa sawit yang dikelola pemerintah (PTPN) itu merugi terus ? padahal banyak kemudahan yang diberikan? bertolak belakang dengan swasta
- Apakah soal kualitas pekerjanya? karena yang dikelola PMA juga memakai pekerja dari Indonesia.
- kenapa Pemerintah tidak pernah tanggap mengembangkan industri kreatif bagi masyarakat dari limbah Pabrik sawit?
- kenapa pemerintah tidak menyadari kalo Wilson martua pemilik WILMAR Plantation (penguasa perkebunan sawit di sumatera) masuk urutan orang terkaya versi FORBES?
Banyak sih yang ingin ditanyakan kepada pemerintah, biar mereka tanggap gituloh ! jangan cuma senang nerima pajak doang.. ehh ada satu lagi ?
- kenapa “sawit plasma” itu kok malah dimiliki oleh pejabat daerah? gihahaha
Bila Pemerintah tidak fokus dengan industri pengolahan, kehancuran ekonomi kita semakin dekat. Sekarang ajah ! semua sektor hasil bumi kita di ekspor ke luar negeri secara besar-besaran ? disana : malaysia, thailand, singapura dan lain-lain dengan senang hati mepackingnya kembali menjadi produk yang bernilai tinggi.
Negara tetangga menikmati devisa dari ekspor produk hasil packing yang bahan bakunya disedot dari Indonesia. Negara kita emang baik yaaaaa!
Bila Banteng PDIP mengamuk?
Posted by: jafis in Opini Politik on March 24th, 2009
“Bila politik menemui jalan buntu, mulailah peperangan ! disana kita akan menemukan jalan, walau tidak tahu kemungkinan untuk menang” Marcus Tullius Cicero
itulah kata-kata yang diucapkan cicero kepada adiknya lucius ketika dia menantang perang Hortensius, seorang konsul dan pengacara no. 1 di Republik Romawi untuk mendakwa Gaiuss Verres gubernur Sisilia yang korup dan berpengaruh. dan setelah melewati pergelutan politik yang hebat, akhirnya cicero menang.
PDIP pun melakukan hal yang sama ketika mereka melihat begitu kokohnya popularitas SBY-JK. Megawati tidak mungkin jadi Cawapres ! berarti untuk menjadi seorang Presiden, SBY merupakan lawan yang sangat tangguh. Karena jalan politik mereka buntu maka Perang ditabuh PDIP ! suasana politik yang awalnya jaim-jaim akhirnya mengalir deras tawar-menawar politik secara terbuka
Walau banyak sekali pertimbangan politik lainnya, koalisi SBY-JK harus dipecah dahulu karena ini kekuatan yang sangat besar. Manuver pertama dekati tokoh GOLKAR untuk jadi cawapres, sesuai yang diinginkan ! seorang yang ingin jadi Capres pasti menolak dijadikan cawapres.
Penolakan ini membangkitkan harga diri para pengurus DPD GOLKAR, masak partai besar gini berlomba-lomba ditawari Demokrat dan PDIP sebagai cawapres doang! di luar sana berhembuslah isue ” Partai besar kok nggak berani maju sendiri, maunya dijadikan yang kedua”
” ini aspirasi DPD GOLKAR, mereka menginginkan kita maju sendiri sebagai CAPRES, lalu muncullah nama saya ! kalo nggak saya ambil, tokoh yang lain banyak yang mau…heheh dan ini soal harga diri !” jawaban JK di metrotv semalam ketika ditanya ketua partai Demokrat tentang kenapa mau jadi Capres.
Awalnya menemukan jalan buntu, sekarang PDIP mulai menemukan ritme permainan politiknya. Semua Partai mulai bermanuver secara terbuka, inilah yang diinginkan PDIP ! ketika suasana politik panas, gesekan akan mudah memercikan api.
Satu hal yang membuat mereka tenang ” Posisi SBY sekarang sama dengan JK dan Megawati, ditentukan oleh koalisi”. Ini sebuah harapan baru bagi PDIP dibanding harus melawan SBY-JK, karena PKB, PAN, PKS, GERINDRA, dll belum terusik harga dirinya untuk jadi CAWAPRES . he he he he
Tapi bakat politik Megawati bukan seperti Marcus Tullius Cicero yang jago orasi dan bernegosiasi. Persis seperti Bapaknya Presiden Soekarno, Cicero punya bakat yang hebat dalam memainkan ritme politik.
Kita lihat saja apakah Banteng PDIP bisa mengamuk dengan hebat ! kita tunggu siapa pilihan koalisinya, begitu juga dengan SBY dan JK
mengutip kata – kata Cicero : Satu hal yang tidak pernah bisa anda percayai sepanjang hidup adalah : EMOSI
Tak butuh banyak waktu,untuk jadi orang baik!
Posted by: jafis in Opini Politik, Sketsa on March 2nd, 2009
sebenarnya 0rang baik itu akan selalu lebih banyak daripada orang yang jahat, masalahnya ! orang jahat banyak yg berani, sedangkan orang baik banyak yang berdiam diri.
agak sulit untuk menjelaskan definisi dari orang baik dan jahat, karena akan memakan waktu yang panjang seperti perjalanan menjadi salahsatu karakter tersebut. Saya akan memberikan sebuah tolak ukur atas pengertian terhadap dua karakter yang berbeda tersebut dengan definisi sebagai berikut:
Orang baik dan jahat itu terlihat dari niat dia terhadap sesuatu, proses melakukannya dan caranya menyikapi hasil yang dia capai.
Berikut sketsa saya tentang cara kita memaknai orang itu baik atau tidak dengan mengambil contoh terhadap wakil rakyat dan guru ngaji:
Sketsa I
guru ngaji : kenapa ingin jadi wakil rakyat mas?
caleg: gini mas.. kita tidak bisa merubah kondisi negara ini tanpa terjun langsung ke dunia politik itu sendiri. Butuh orang-orang baik di parlemen”
guru ngaji : ooo.. janji-janji di baleho anda apakah sebagai trik biar rakyat simpati?seperti gajinya yg setengah untuk rakyat?”
Caleg : iya mas.. yang penting kita berhasil dulu jadi DPR, ntar kalo udah disana baru berjuang mati-matian buat kebenaran”
guru ngaji : “betul yaa mas…apa ntar gajinya nggak cukup untuk kebutuhan keluarga mas?”
caleg : “yaa ..namanya juga perjuangan mas, ini sudah resiko saya?”
guru ngaji : “selama ini mas kerja apa sih?”
caleg : “saya jadi guru honor mas, sesekali sambilan berdagang! maklumlah gajinya kecil..”
guru ngaji : “lah itu kan sebuah perjuangan mulia juga mas?”
caleg : “iya.. tapi kan kalo jadi wakil rakyat bisa lebih besar perjuangannya”
guru ngaji : “okey deh mas.. saya pilih anda,ntar kalo udah menjabat jangan lupa diskusi yaaa?
Sketsa II –> 5 tahun kemudian
guru ngaji : ” wah si mas ini sekarang sombong sekali, selama 5 tahun baru kali ini loh bertemu?”
DPR : “maaf mas ! saya sibuk ngurusin rakyat?”
guru ngaji:” halah si mas ini! dulu nggak ada mobil, nggak ada HP malah sering ketemu saya! bukannya dengan memiliki 2 hal tersebut malah lebih dimudahkan?”
DPR : “anu mas.. ternyata permasalahan bangsa itu sangat besar. Saya mesti perbaikin sistem, studi banding dg bangsa lain..”
guru ngaji:” iya deh…tapi yaa sekali-kali silaturahmi toh sama kita-kita, yaa nggak apa2 bukan sbg DPR…emmm sebagai teman gituloh !”
DPR : “iya yaaa.. maaf mas! oh ya mohon dukungannya lagi loh mas, masih banyak perjuangan yang harus diteruskan nih..”
guru ngaji :”saya bantu, tp dak jamin yg lain loh ! lah wong sampeyan sendiri jarang silturahmi?”
Sektsa III –>6 bulan setelah pemilu
guru ngaji : “wahh… sekarang bikin usaha toko mas ?”
mantan DPR : “iya mas.. sepertinya rakyat lebih banyak memilih orang-orang yang menebar janji?
guru ngaji : “yaa mungkin gantian mas..dulu kan sampeyan yg dipilih?”
mantan DPR:” sebenarnya saya emang udah nggak niat jadi DPR, permasalahannya rumit”
guru ngaji : ” he he he.. bukannya kemaren masih semangat minta dipilih”
Mantan DPR: “itu karena rakyat yg minta mas, saya juga udah males! mendingan saya dagang!”
guru ngaji : katanya dulu mau meniti jalan perjuangan mulia? kok nggak balik ke guru honor lagi? kan madrasah sebelah kurang guru loh mas?”
Mantan DPR : ” jadi pedagang itu mulia juga mas, ntar kalo udah sukses dan banyak duitnya..bisa bantu yg nggak mampu!”
guru ngaji : “kita ketemu 5 tahun lagi yaa mas?”
Sketsa ini terus bersambung… hingga di masa tuanya si guru ngaji meninggal dunia..datanglah sang mantan DPR ke pemakaman sahabat diskusinya itu.
betapa terkejutnya ketika melihat jalan yang macet karena banyaknya yang mengiringi jasad sahabatnya itu. Hampir semua orang mengatakan bila telah berpulang seorang guru ngaji yang pintar berdagang, penyantun dan berhati mulia.
Sang guru ngaji mempunyai sebuah toko kerajinan dan restoran tradisional, selain berhasil membangun mesjid di kampungnya, ratusan karyawan berhasil di didiknya. Bukan sekedar perekonomian mereka, tapi juga pendidikan akhlaknya.
silahkan memaknai sendiri sketsa ini….
Ahmad Dani jadi cawapres PKB?
Posted by: jafis in Opini Politik on February 28th, 2009
menurut Sekretaris FPKB Marwan Djafar, Dhani adalah sosok ideal sebagai perwakilan tokoh muda dan juga memiliki penggemar paten di tingkat akar rumput. “Selain itu, Dhani memiliki keberanian bersikap menentang mainstream,” ujar Marwan, Jumat (27/2) di Ruang Wartawan DPR RI, Jakarta.
Partai Kebangkitan Bangsa mempunyai rencana mengusung pasangan Muhaimin Iskandar – Ahmad Dani. Pentolan band Dewa 19 ini dianggap bisa mewakili semangat anak-anak muda, ini bisa jadi kenyataan loh ! mengingat si Ahmad Dani emang dari dulu akrab dengan pengurus PKB.
Dari segi strategis kampanye ini pilihan yang tepat, dikarenakan PKB mengincar suara-suara pemula yang tidak terlalu peduli dengan politik. Massa yang identik dengan anak band dan anak nongkrong, sebuah tambahan bagi basis mereka yang identik dengan anak-anak pesantren.
Saya berharap Partai – partai memilih orang-orang yang kompeten dibidangnya. Untuk cawapres pilihlah orang yang pintar bikin kebijakan yang bener, jiwa kepemimpinannya bagus, kelakuannya bagus dan empatinya sama rakyat tulus.
Akhlak harus menjadi ukuran paling penting seseorang untuk dipilih sebagai pemimpin. Memang semua kembali kepada pilihan rakyat, tapi kita tahu kan! kalo sebagian besar golongan grassroot kita tuh milihnya suka ikut-ikutan, gampang terpengaruh sama yang namanya ketenaran dan gengsi-gengsian. Mereka banyak belum menyadari pemimpin seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan Bangsa Indonesia.
nahh… semoga PKB yang merupakan basis besar Nahdlatul Ulama mengimplementasikan aturan Islam dalam memilih pemimpin. Cukuplah sudah kita sebagai umat islam dikenal terbesar didunia tapi sedikit sekali yang bersikap secara islami sesuai tuntunan Rosulullah.
Semoga para kyai di PKB merenungkan kembali apa tujuan kaum pesantren terjun ke dunia politik.
Stop ! kampanye menyanjung diri sendiri
Posted by: jafis in Opini Politik on February 26th, 2009
Ketika saya membaca disebuah portal berita tentang perkataan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung bahwa KPK itu didirikan saat pemerintahan Megawati tahun 2002. Kemudian sindiran Pramono ini pun dibalas oleh Ketua DPP Partai Demokrat Amir Syamsudin. katanya membasmi korupsi itu jangan hanya pandai berorasi dan beretorika. Tapi harus lewat tindakan nyata seperti yang dilakukan saat ini. Mendorong saya untuk mengeluarkan opini dibawah ini
Sejak dahulu orang – orang tua kita selalu mengajarkan untuk bersikap rendah hati, di surau-surau juga para guru ngaji mengajarkan bahwa kebaikan – kebaikan itu sebaiknya disembunyikan.
harapan saya semoga para politikus Indonesia mengedepankan idea dan langkah-langkah yang inovatif buat kemajuan bangsa ini. Fokuslah dengan apa yang akan dikerjakan nanti, jangan mengungkit-mengungkit keberhasilan masa lalu.
Saya rasa masyarakatpun bosan mendengar kampanye-kampanye yang menyanjung diri sendiri, karena hal-hal seperti itu malah mengarahkan akan keangkuhan, kesombongan dan keinginan untuk dipuji. wallahualam bishowab
Presiden PKS di acara 4 lawan 1
Posted by: jafis in Opini Politik on February 25th, 2009
Semalam saya menonton acara 4 lawan 1 di ANTEVE, kali ini menampilkan bapak Tifatul Sembiring dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ). Setiap pertanyaan panelis dijawab dengan smart dan enjoy oleh sang presiden, hingga akhir acara saya menonton dengan tersenyum-senyum dan sesekali tertawa sendiri.
Pertanyaan meliputi tentang fenomena iklan PKS, tentang kader yang melanggar dan juga tentang langkah – langkah politik partai PKS. Bapak Tifatul Sembiring berhasil menyampaikan pesan bahwa orang – orang PKS itu bukan malaikat, pasti ada kekurangan atau kesalahan. tapii…! PKS itu akan bertindak tegas terhadap kader-kadernya yang melanggar.
saya sempat bengong ketika panelis memberikan hadiah sebuah tarian “jaipongan”, ini maksudnya apa yaa? tidak ada sama sekali hubungannya dengan tema acara.
Apabila ingin menyampaikan pesan bahwa penari tersebut adalah pekerja seni yang merasa dirugikan karena pernyataan bapak Tifatul Sembiring, kenapa dia nggak disuruh mengeluarkan pendapat?
Menurut saya ! ini salah alamat deh..seharusnya mereka buat aja khusus untuk gubernur Jawa Barat bapak Ahmad Heryawan, jadi kan lebih leluasa membahasnya.
Saya lihat kader – kader PKS yang dihadapkan dengan tarian tersebut menundukkan kepalanya untuk menjaga pandangannya. Semoga acara 4 lawan 1 ini lebih cermat lagi menampilkan content pendukung acaranya, yaaa disesuaikan dengan tema dan pembicaralah..
Step by step menjadi dewan perwakilan rakyat
Posted by: jafis in Opini Politik, Sketsa on February 24th, 2009
Untuk menjadi Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia itu gampang ! berikut step by step nya !
- Pilihlah partai yang tokohnya kalo kita sebut namanya sebagian besar masyarakat mengenalnya. Hal ini sangat berguna bagi baleho kampanye anda nanti, apalagi bila anda belum dikenal masyarakat?
- Kemudian surveylah ke pengurus partai seberapa besar peluang anda untuk bisa dicalonkan. Biasanya pengurus partai ada 2 tipe : mereka mencalonkan dirinya sendiri atau sekedar team kampanye tapi minta uang sebagai dispensasi.
- Setelah anda terpilih sebagai caleg, siapkanlah dana yang besar untuk mendanai dan menggalang loyalitas seluruh dewan pengurus cabang sampai pengurus ranting.
- Cari Team sukses yang jago mengedit foto dan mengarang kata-kata yang indah dan menggiurkan.
- Siapkan Design Kawos, Baleho, kartunama dan sticker. ehhh satu lagi lohh..! cari mobil angkot, becak, mobil pribadi yang bisa anda memanfaatkan untuk memamerkan slogan kampanye anda.
- Sponsori acara – acara yang melibatkan banyak masyarakat, seperti pertandingan olahraga, seminar, perkawinan, dan pertemuan organisasi. Oh yaaa cara sponsorshifnya dengan menyumbangkan uang dan alat-alat yang bisa menempelkan foto anda.
- Bila anda mempunyai masalah moral dengan anggota keluarga, ingatkan mereka untuk mengeREM tingkah laku buruknya sampe PEMILU selesai *giyahahahahah
- Bila anda sudah terbiasa dengan kehidupan yang mapan, mulailah belajar cara hidup orang miskin. Seperi mengubur sejenak selera high Class anda! minimal sampai akhir PEMILU
- Sewalah orang dari Sanggar Seni/Theater untuk mengajari anda akting ketika di depan masyarakat awam. Misal : Muka sedih, muka peduli, muka penghasut, muka malaikat dan muka-muka lainnya
- Belilah alat dan pakaian – pakaian yang memberikan identitas anda sebagai seorang yang beragama .. tidak lupa juga tahan tingkah laku nafsu binatang anda minimal sampai selesai PEMILU
Demikianlah 10 Step by Step menjadi wakil rakyat.
Peringatan cara pemakaian :
1. Dianjurkan jangan dicoba bila anda masih punya hati nurani yang bersih untuk berjuang demi kemajuan bangsa ini.
2. Menjadi wakil rakyat bisa menyebabkan serangan jantung, paru – paru, epilepsi, susah tidur dan menggangu janin.
3. Penulis tidak bertanggung jawab atas efek samping yang ditimbulkan.
Perseteruan Politik
Posted by: jafis in Opini Politik on February 19th, 2009
Mendengar perseteruan antar partai politik sekarang ini membuat saya terharu. Apalagi melihat metode dan cara mereka berkampanye politik, sungguh membuat semua orang berpikir belajar darimana retorika politik tokoh-tokoh tersebut?
Di Republik Romawi juga pernah terjadi perseteruan politik yang hebat dimana praktek korupsi, nepotisme dan konspirasi menjadi permainan wajib yang mengasyikkan. Kemudian datanglah seorang pengacara idealis yang berjuang untuk sebuah perubahan bernama Marcus Tullius Cicero yang diabadikan Robert Harris dalam novel politiknya “Imperium”. Mau lihat review saya ada DISINI
kemudian Sejarah Politik China pun tak kalah dashyatnya yang disebut dengan SAMKOK (tiga kerajaan) dimana masa paling suram penuh tipu muslihat atas perebutan kekuasaan. Adalah seorang ahli perang bernama Zhu Ghe Liang yang begitu hebatnya mengatur strategi untuk mengalahkan penguasa yang zalim. Sutradara Jhon Woo mengabdikannya dalam sebuah film Red Cliff I dan II. Mau lihat review saya ada DISINI
Cicero mempunyai bakat orasi hebat dengan skill hukum diatas rata-rata, sementara Zhu Ghe Liang mempunyai bakat membaca gejala alam dengan skill analisa yang tajam. Mereka berdua terjun ke dunia politik bukan karena Uang atau popularitas keturunannya.
Sekarang ! aku melihat perseteruan politik indonesia sangatlah tidak menarik. Isue yang diangkat tak jauh dari menyanjung jagoan partainya dan mencari kelemahan-kelemahan jagoan partai lain. Satu lagi ! mereka seolah berlomba-lomba ingin dikatakan yang paling mengerti dan bermanfaat bagi rakyat. Subhanallah !
Saya berharap, Semoga Allah memberikan seorang Politikus hebat di negeri tercinta ini, yang memang bermodalkan bakat hebat serta attitude yang bagus. Seorang yang akan dikagumi oleh pemikiran-pemikiran yang inovatif, kreatif dan revolusioner, bukan karena popularitas keluarga dan popularitas dari media yang dibuat-buat.

