Bila Banteng PDIP mengamuk?

“Bila politik menemui jalan buntu, mulailah peperangan ! disana kita akan menemukan jalan, walau tidak tahu kemungkinan untuk menang” Marcus Tullius Cicero

itulah kata-kata yang diucapkan cicero kepada adiknya lucius ketika dia menantang perang Hortensius, seorang konsul dan pengacara no. 1 di Republik Romawi untuk mendakwa Gaiuss Verres gubernur Sisilia yang korup dan berpengaruh. dan setelah melewati pergelutan politik yang hebat, akhirnya cicero menang.

PDIP pun melakukan hal yang sama ketika mereka melihat begitu kokohnya popularitas SBY-JK. Megawati tidak mungkin jadi Cawapres ! berarti untuk menjadi seorang Presiden, SBY merupakan lawan yang sangat tangguh. Karena jalan politik mereka buntu maka Perang ditabuh PDIP ! suasana politik yang awalnya jaim-jaim akhirnya mengalir deras tawar-menawar politik secara terbuka

Walau banyak sekali pertimbangan politik lainnya, koalisi SBY-JK harus dipecah dahulu karena ini kekuatan yang sangat besar. Manuver pertama dekati tokoh GOLKAR untuk jadi cawapres, sesuai yang diinginkan ! seorang yang ingin jadi Capres pasti menolak dijadikan cawapres.

Penolakan ini membangkitkan harga diri para pengurus DPD GOLKAR, masak partai besar gini berlomba-lomba ditawari Demokrat dan PDIP sebagai cawapres doang! di luar sana berhembuslah isue ” Partai besar kok nggak berani maju sendiri, maunya dijadikan yang kedua”

” ini aspirasi DPD GOLKAR, mereka menginginkan kita maju sendiri sebagai CAPRES, lalu muncullah nama saya ! kalo nggak saya ambil, tokoh yang lain banyak yang mau…heheh dan ini soal harga diri !” jawaban JK di metrotv semalam ketika ditanya ketua partai Demokrat tentang kenapa mau jadi Capres.

Awalnya menemukan jalan buntu, sekarang PDIP mulai menemukan ritme permainan politiknya. Semua Partai mulai bermanuver secara terbuka, inilah yang diinginkan PDIP ! ketika suasana politik panas, gesekan akan mudah memercikan api.

Satu hal yang membuat mereka tenang ” Posisi SBY sekarang sama dengan JK dan Megawati, ditentukan oleh koalisi”. Ini sebuah harapan baru bagi PDIP dibanding harus melawan SBY-JK, karena PKB, PAN, PKS, GERINDRA, dll belum terusik harga dirinya untuk jadi CAWAPRES . he he he he

Tapi bakat politik Megawati bukan seperti Marcus Tullius Cicero yang jago orasi dan bernegosiasi. Persis seperti Bapaknya Presiden Soekarno, Cicero punya bakat yang hebat dalam memainkan ritme politik.

Kita lihat saja apakah Banteng PDIP bisa mengamuk dengan hebat ! kita tunggu siapa pilihan koalisinya, begitu juga dengan SBY dan JK

mengutip kata – kata Cicero : Satu hal yang tidak pernah bisa anda percayai sepanjang hidup adalah : EMOSI

,

  1. #1 by bukan politisi on March 24th, 2009 - 1:03 pm

    Saya pikir harga diri JK harus bisa lebih besar dari perolehan suara SBY. Paling tidak, dia bisa mencegah SBY menang dalam satu putaran. Kalau bisa tampil di putaran kedua lawan SBY, JK lebih gampang menggaet teman koalisi.

    Tapi, melihat pengalaman pilkada2, harga rupiah yang harus JK keluarkan mungkin melampaui harga dirinya.

  2. #2 by ARMEN PATRIA on April 27th, 2009 - 7:10 pm

    Menurut saya, apabila partai GOLKAR mengusung 6 calon wakil presiden atau yang akan mendampingi bapak SBY. Saya akan setuju apabila bapak SBY di dampingi oleh Bapak AKBAR TANJUNG. Hal ini dikarenakan AKBAR mempunyai massa dari pada yang lain.
    saya pendukung partai DEMOKRAT.
    Trima kasih

(will not be published)
Submit Comment
Subscribe to comments feed
  1. No trackbacks yet.

SetPageWidth