Tak butuh banyak waktu,untuk jadi orang baik!

sebenarnya 0rang baik itu akan selalu lebih banyak daripada orang yang jahat, masalahnya ! orang jahat banyak yg berani, sedangkan orang baik banyak yang berdiam diri.

agak sulit untuk menjelaskan definisi dari orang baik dan jahat, karena akan memakan waktu yang panjang seperti perjalanan menjadi salahsatu karakter tersebut. Saya akan memberikan sebuah tolak ukur atas pengertian terhadap dua karakter yang berbeda tersebut dengan definisi sebagai berikut:

Orang baik dan jahat itu terlihat dari niat dia terhadap sesuatu, proses melakukannya dan caranya menyikapi hasil yang dia capai.

Berikut sketsa saya tentang cara kita memaknai orang itu baik atau tidak dengan mengambil contoh terhadap wakil rakyat dan guru ngaji:

Sketsa I

guru ngaji : kenapa ingin jadi wakil rakyat mas?

caleg: gini mas.. kita tidak bisa merubah kondisi negara ini tanpa terjun langsung ke dunia politik itu sendiri. Butuh orang-orang baik di parlemen”

guru ngaji : ooo.. janji-janji di baleho anda apakah sebagai trik biar rakyat simpati?seperti gajinya yg setengah untuk rakyat?”

Caleg : iya mas.. yang penting kita berhasil dulu jadi DPR, ntar kalo udah disana baru berjuang mati-matian buat kebenaran”

guru ngaji : “betul yaa mas…apa ntar gajinya nggak cukup untuk kebutuhan keluarga mas?”

caleg : “yaa ..namanya juga perjuangan mas, ini sudah resiko saya?”

guru ngaji : “selama ini mas kerja apa sih?”

caleg : “saya jadi guru honor mas, sesekali sambilan berdagang! maklumlah gajinya kecil..”

guru ngaji : “lah itu kan sebuah perjuangan mulia juga mas?”

caleg    : “iya.. tapi kan kalo jadi wakil rakyat bisa lebih besar perjuangannya”

guru ngaji : “okey deh mas.. saya pilih anda,ntar kalo udah menjabat jangan lupa diskusi yaaa?

Sketsa II –> 5 tahun kemudian

guru ngaji : ” wah si mas ini sekarang sombong sekali, selama 5 tahun baru kali ini loh bertemu?”

DPR : “maaf mas ! saya sibuk ngurusin rakyat?”

guru ngaji:” halah si mas ini! dulu nggak ada mobil, nggak ada HP malah sering ketemu saya! bukannya dengan memiliki 2 hal tersebut malah lebih dimudahkan?”

DPR : “anu mas.. ternyata permasalahan bangsa itu sangat besar. Saya mesti perbaikin sistem, studi banding dg bangsa lain..”

guru ngaji:” iya deh…tapi yaa sekali-kali silaturahmi toh sama kita-kita, yaa nggak apa2 bukan sbg DPR…emmm sebagai teman gituloh !”

DPR : “iya yaaa.. maaf mas! oh ya mohon dukungannya lagi loh mas, masih banyak perjuangan yang harus diteruskan nih..”

guru ngaji :”saya bantu, tp dak jamin yg lain loh ! lah wong sampeyan sendiri jarang silturahmi?”

Sektsa III –>6 bulan setelah pemilu

guru ngaji : “wahh… sekarang bikin usaha toko mas ?”

mantan DPR : “iya mas.. sepertinya rakyat lebih banyak memilih orang-orang yang menebar janji?

guru ngaji : “yaa mungkin gantian mas..dulu kan sampeyan yg dipilih?”

mantan DPR:” sebenarnya saya emang udah nggak niat jadi DPR, permasalahannya rumit”

guru ngaji : ” he he he.. bukannya kemaren masih semangat minta dipilih”

Mantan DPR: “itu karena rakyat yg minta mas, saya juga udah males! mendingan saya dagang!”

guru ngaji : katanya dulu mau meniti jalan perjuangan mulia? kok nggak balik ke guru honor lagi? kan madrasah sebelah kurang guru loh mas?”

Mantan DPR : ” jadi pedagang itu mulia juga mas, ntar kalo udah sukses dan banyak duitnya..bisa bantu yg nggak mampu!”

guru ngaji : “kita ketemu 5 tahun lagi yaa mas?”

Sketsa ini terus bersambung… hingga di masa tuanya si guru ngaji meninggal dunia..datanglah sang mantan DPR ke pemakaman sahabat diskusinya itu.

betapa terkejutnya ketika melihat jalan yang macet karena banyaknya yang mengiringi jasad sahabatnya itu. Hampir semua orang mengatakan bila telah berpulang seorang guru ngaji yang pintar berdagang, penyantun dan berhati mulia.

Sang guru ngaji mempunyai sebuah toko kerajinan dan restoran tradisional, selain berhasil membangun mesjid di kampungnya, ratusan karyawan berhasil di didiknya. Bukan sekedar perekonomian mereka, tapi juga pendidikan akhlaknya.

silahkan memaknai sendiri sketsa ini….

,

  1. #1 by aisyah on May 5th, 2009 - 10:07 am

    subhanallah sketsa yang sarat akan hikmah..
    kembali kepada niatan Awal..
    bahwasanya semua manusia adalah khalifah, khalifah apapun bidangnya..

(will not be published)
Submit Comment
Subscribe to comments feed
  1. No trackbacks yet.

SetPageWidth