Bila anda memasukan keywords “ponari sweat” di google, maka akan didapatkan banyak sekali blog dan portal yang membahas tentang plesetan produk minuman pocari sweat ini. entah betulan atau Hoax! yang jelas saya mencoba memandangnya dari sudut pandang berbeda.
Sekarang ini masyarakat Indonesia mulai kreatif menemukan metode mencari uang, yaitu salah satunya dengan memanfaatkan anak-anak mereka. Ada yang memanfaatkannya untuk menjadi idola cilik, ada yang diikutkan ke reality show dan ada pula yang dijadikan bintang film. wahh ..! hebat yaaaa.
walau sebenarnya ini mungkin masih dalam kategori positif ? tapi apakah tidak mengganggu perkembangan jiwa mereka nantinya, bukankah masa depan artis lebih banyak dampak negatifnya? bukankah popularitas artis itu hanya trend ses@at … lagian apa nggak menggangu pendidikan mereka disekolah?
kembali ke masalah PONARI !
Dukun cilik ini menjadi rebutan masyarakat yang menganggapnya sakti, dari antri untuk di obati sampe ada yang mandi di comberan bekas PONARI mandi. Selain itu ! kedua orangtuanya pun berebut hak mengasuhnya, karena si dukun cilik ini udah bisa menghasilkan uang milyaran.. Astagfirullah… Akhirnya Ponari malah nggak bisa sekolah.
Polemik Ponari dan anak – anak Indonesia sangat menyedihkan..
Anak – anak orang kaya terjebak narkoba karena kurangnya perhatian kedua orang tua yang sibuk mencari uang.
Anak-anak orang menengah di jejeli dengan impian-impian untuk menjadi selebritis, hingga orang tuanya malah bertingkah lebih kekanak-kanakan.
Anak-anak orang miskin dipaksa orangtuanya untuk ikut mencari nafkah karena kebutuhan ekonomi yang semakin berat.
Permasalahan yang LEBIH BESAR lagi adalah?
Pemerintah dan wakil rakyat sibuk berpolitik ria. komisi -komisipun diam tak bergeming ! sementara krisis moral semakin parah.
Harus ada ketegasan dari pemerintah tentang acara televisi, tentang mempekerjakan anak, tentang sistem pendidikan indonesia yang carut-marut. jika tidak ! Negara ini krisis generasi penerus yang gemilang.


#1 by Choirul Asyhar on February 23rd, 2009 - 2:41 pm
Ini adalah masalah besar aqidah umat islam indonesia…
#2 by love ponari on February 27th, 2009 - 7:19 pm
ini adalah bagian dari mental menerabas. maunya serbagampang. tahukah Anda, biaya iklan nomor satu saat ini adalah telco, kedua politik, ketiga SMS RAMALAN. Tak mungkin beriklan gede-gedean, kalau mereka tak dapat pemasukan yang sebanding. Nah, masyarakat yang tak punya duit pun mencari cara tergampang untuk sehat, ya Ponari Sweat itulah…
#3 by David on April 30th, 2009 - 1:43 pm
MENGGUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT
Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berdasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan saja. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan mestinya mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” untuk menelanjangi kebusukan peradilan ini.
Siapa yang akan mulai??
David
HP. (0274)9345675